Sabtu, 24 November 2018

Diposting oleh mirefasdiari di 08.53 0 komentar
Sabar semua pasti ada jalan keluarnya


lagi dalam keraguan, entahlah

masih belum ikhlas

entahlah

Minggu, 04 November 2018

Tes CPNS

Diposting oleh mirefasdiari di 08.20 0 komentar



Menjadi PNS adalah impian dari banyak orang.  Menjadi sosok yang mengabdi pada masyarakat, memperoleh banyak kesempatan yang luar biasa seperti bertemu dengan sosok penting dari lapisan bawah hingga atas,  ikut serta pada even yang besar,  perjalanan dinas di dalam dan luar negeri, memperoleh kesempatan melanjutka jenjang pendidikan yang lebih tingga  memperoleh penghasilan yang secured  hingga tua nanti.  Mungkin inilah gambaran alasan mengapa banyak orang ingin menjadi PNS.  Namun, dibalik semua itu jangan salah lho,  masuknya pun gak mudah harus lewat proses seleksi yang bertahap, dan bersaing dengan puluhan,  ratusan,  bahkan ribuan orang di tingkat lokal hingga nasional.  Wow luar biasa!

Dan bagaimana dengan saya?  Saya bukannya tidak tertarik, tertarik sih,  tapi saya kadang suka males duluan kalau harus mendaftar,  harus menyiapkan berkas,  harus ujian,  bla bla  bla.  Maklum saya bukan orang yang suka melalui proses persaingan yang ketat, selama ini bisa masuk kerja, mostly karena proses  administrasi dan wawancara, udah langsung diterima.  Wkwkwkkwkw, gak ribetlah ya

Untuk tahun ini,  suami sudah mewanti2 agar saya ikut seleksi cpns. Setelah menimbang dan memilih kami berdua sepakat untuk mengikuti cpns di penkab Bandung, dengan alasan ingin tinggal secara mandiri di kota kembang terse but.  Saya pun mengiyakannya, sayangnya keputusan ini mengejutkan beberapa pihak seperti orang tua says.Namun,  karena saya malas menyiapkan semua pernak-perniknya,  akhirnya saya serahkan semua pada pak suami.  Wkwkwk,  dari pemberkasan hingga semuanya  deh ya,  saya tinggal terima beres, nothing to lose gak berharap  eh ternyata saya malah lolos seleksi administrasi dan mengikuti ujian tanggal 28 October di Bandung  kemarin,  

Saya bisa dibilang tidak memiliki persiapan apa2 belajarnya aja seadanya,  susah banget memiliki kesempatan belajar sambil mengasuh bayi,  jadi ya begitulah. Saya Dan suami memutuskan untuk menitipkan baby Han Han pada Uti,  sempet berat karena pada saat itu dia sempat demam hikss.  Alhasil  kita berangkat pagi jam 5 sampe jam 10 terus ujian jam 12.30. Ujian yah lumayan pegel baca soalnya mana lemot juga servernya hasilnya not too bad untuk saya yang ga belajar,  320, 110,65,146 hanya kurang di TIU 3 soal,  hiks miris,  yasudlah bukan rezeki, begitu juga suami saya.  Selesai abis ashar,  makan di mie aceh,  ke uin Bandung,  kosan Ruri,  adik ipar saya,  dan fix pulang jam 7 kurang,  diperjalanan lewat tol cipularang,  macet bet lho, jadi sampe jam 2 malem,  what a tiring day.  Begitulah perjalanan panjang kita,  hasilnya tidak setimpal dengan perjuangan dan pengorbanannya.  Fiyuhh yasudlah cukup sekali saja untuk saya ikut tes di Bandung.  Saya terima realita saja,  saya yakin Kira sudah berusaha dan Tuhan mengetahui yang terbaik. Aamiin

Workshop Sketsa sebagai Pereda Stresss by@AnnaElisa

Diposting oleh mirefasdiari di 08.17 0 komentar


Saya adalah orang yang aktif ikut komunitas sebelum menikah, namun setelah itu saya mengurangi aktivitas tersebut karena sibuk bekerja dan adaptasi dengan kehidupan yang baru.  
Setelah melahirkan,  saya rindu dengan "aktivitas" karena saya fokus menjadi Ibu rumah tangga. Saya haus akan dukungan sosial yang selalu memotivasi saya untuk terus berkarya dan berkarya di saat saya merasa sedikit kurang percaya diri. Saya haus memperoleh inspirasi dari banyak hal yang saya temui ketika berkumpul dengan teman -teman komunitas. 
Well, jadi Ibu rumah tangga itu bukan berarti kita tidak bisa berkarya atau memperoleh inspirasi sama sekali,  namun kadang sesama manusia kita membutuhkan adult conversation dengan berbagai figur yang memiliki kesamaan latar belakang dan minat agar kita tidak merasa sendiri.  Bener khan. 
Namun kenyataannya tidak mudah untuk bisa join kembali ke komunitas seperti komunitas ibu2.dan mama muda, ribet mesti registrasi ini itu,  menunggu kloter pembukaan selanjutnya.  Akhirnya dari pada saya hanya duduk diam kenapa gak saya mencoba kembali aktif bersama bogor sketchers.  Gak lama memiliki ide itu,  peluang pun datang dari Kang Ersta yang menawarkan saya menjadi moderator seminar dengan tema yang sangat menarik yaitu Sketsa Sebagai Pereda Stres by Mba Anna Elisa dan sea  sketsa asik by @gozaimas alias kang agus. 
Jujur ketika mendapat kesempatan ini antara senang dan khawatir karena saya sudah lama sekali tidak berbicara depan umum,  jadi sedikit kikuk dan deg deh gan  ya ampun . Memang sih hasil kerja saya masih belum maksimal,  tapi it's better we tried than never right?  Semoga Bogor sketchers gak kapok ya ngadain seminar dan mengajak saya untuk terlibat lagi? Semoga bisa perform lebih baik di acara berikutnya.  Aamiim. 
Alhamdulillah seminar berjalan lancar, saya sih yang masih kurang lancar wkwkwkwj dan semoga menikmati seminar tersebut.

Get Well Soon Honey

Diposting oleh mirefasdiari di 08.04 0 komentar


Hari ini random banget udah punya banyak segudang rencana untuk dikerjakan dari bikin kue ini dan itu, mengerjakan tulisan ODOP yang menunggu untuk diselesaikan, latihan public speaking untuk acara hari Sabtu, pumping,  belajar CPNS, masak MPASI baby Han Han,  mengerjakan setumpuk tugas rumah dan masih banyak lagi rencana yang ada dipikiran saya. Namun semua itu harus berhenti seketika ketika saya  sadar bahwa panas badan baby Han Han  mencapai 38 derajat.  Sempat kaget dan panik karena baby Han Han belum pernah demam sebelumnya selama 7 bulan ini.  Namun, saya berusaha untuk tenang, kemudia saya langsung dikasih paracetamol dan reiki,  alhamdulillah,  panasnya mulai reda setelah dicek mulai normal kembali, Yaitu 36,4 derajat celcius. 
Alhamdulillah dia juga gak rungsing malah tampak lincah , makannya masih lahap,  seperti biasanya, hanya saja tidurnya kurang pulas,  nenen semaleman huhuhu. Mungkin kelelahan,  mungkin cuaca kurang mendukung, mungkin mau tumbuh gigi, mungkin masih leap. Well, apapun alasannya, hanya berdoa yang terbaik untuk baby Han Han tersayang. Get well soon sayang


Happy 8 Months My Little Researcher

Diposting oleh mirefasdiari di 08.00 0 komentar


When my little researcher starts to explore the house and its surrounding. His curiosity grows each day.  He likes to observes everything around him, from small stuff such as zipper on my t-shirt, various pattern and texture on his clothes, or even his own feet. He also   likes to test the gravity and movement. He is so excited when cat passed the house, and see every behaviour of the other member of family.  Absolutely, he's getting older, and I just can't believe it that he has already learned a lot of thing.
He also enjoyed every event in family gathering.  He kind of baby who so easy going with the other people, both children and adults, though, he’s getting pickier than ever.  He always knows how to adapt with the situation, happy to be centre of attention and can make everyone happy with just his silly yet funny action. Many people told me that he's so cute and friendly little one. Of course, I'm a happy mama who so grateful of my son.
Baby Han Han also known as an active baby. He just can't stop moving around, following, and reaching all things that he wants, such as his favourite balls, dolls, and toys. People say that I must be so tired to have little player like this. Guess what? Sometimes, I feel they are right, but in the other time I forget what I feel since I'm so excited playing, talking, dancing, and singing with my little baby Han Han. 
I'm so thankful of God who give the protection to my baby and guidance how to be a good parent for my son. Thanks for everyone who giving care and loving him.  I'm a lucky mama and parent. Thanks God



Thought of the day

Diposting oleh mirefasdiari di 07.51 0 komentar

Memulai berkarir setelah sekian lama hibernasi di rumah?  Bismillah, semoga diberi kemudahan jika memang ada kesempatan. Well, sepertinya saya akan mencoba peruntungan cpns, mencari kerja di sekolah/institusi swasta, mencoba mempertahankan mimpi saya melanjutkan s2 di luar agar bisa menjadi art therapist, dan plan B nya melanjutkan S2 dalam negeri untuk menjadi psikolog klinis anak.  Entahlah saya masih belum menentukan fokus saya sejauh ini. Sebenarnya yang paling saya inginkan adalah melanjutkan studi saya, namun, pasti semuanya membutuhkan biaya yang cukup besar, pengorbanan waktu, tenaga, dan yang pasti kemampuan Bahasa Inggris. So, saya harus menerima kenyataan bahwa saya harus belajar Bahasa Inggris untuk kesekian kalinya agar saya memperoleh skor yang diharapkan.

Memang semuanya pasti berat, harus  meninggalkan si kecil yang sedang lucu-lucunya dalam waktu tertentu.  Terbiasa mengasuh baby Han Han semuanya sendiri juga menjadi sulit percaya kepada orang lain, walaupun yah memang saya sendiri merasa masih belum bisa menjalankan tugas sebagai stay at home parent, khususnya sebagai mama dengan maksimal. 

Sekarang saya hanya berusaha memaksimalkan dan memanfaatkan kesempatan di tengah kesibukan mengasuh bayi yang masih membutuhkan perhatian. 

Hasilnya saya pasrahkan apapun yang terjadi, nothing to lose.  Semua pasti ada waktunya, hanya mungkin saya butuh bersabar. Tuhan pasti tahu waktu yang terbaik, dan sekarang hanya bisa melakukan apa yang bisa saya lakukan mumpung masih punya banyak waktu melimpah. 

Maaf ya tulisannya muter2 tapi maksudnya itu-itu aja. Hanya sekedar curhat, daripada dipendam gak bagus juga khan.  Terimakasih untuk kalian yang membaca tulisan saya 

Selasa, 23 Oktober 2018

Why homemade?

Diposting oleh mirefasdiari di 10.20 2 komentar

Image result for homemade quotes
Why not? As we know, homemade is everything which made in the home by one's own effort. In the other words, it served by love to make everyone happy. Absolutely, for me Homemade food is happiness. So, in this writing session I would like to tell you some essential reasons why I prefer homemade food more than store boost one.
First thing first, we can make sure by our self that it contains healthier ingredients which is fresher, no artificial, preservative, any many other chemical ingredient. Many commercially prepared foods are high in fat, salt, and sugar. When we prepare our own food, we know exactly which ingredients and how much of each are going into our food. Moreover, we also guarantee the cooking process will be more hygiene
Secondly, believe it or not, it gives us more self-satisfaction if we could make our favourite dish, or even dream food. When we get closer and reach the expectation result, we can get happier and boost our confident. Why not? Cooking and baking are need long process, so when the other feel happy and appreciate our food will give plus point that can't be describe by any word. Another reason, I also have terrible experience when I eat in the restaurant, sometimes the food was so expensive, but the presentation and the taste is far from my expectation that I regret the most. How could this kind of food be so expensive, it’s better than I cook by myself i can make a better one with higher quality food ingredient and tastier off course.
Thirdly, portion control. Many restaurants and fast food joints offer portions that are much larger than necessary. And the problem is, when food is in front of you, chances are you’ll eat it. When you dine in, you can regulate the amount of food served for dinner, eliminating unnecessary temptation.
fourth.
Fourth, brings family together. Eating at home gives the entire family time to talk about their day. Nothing better than stay close with food while have good quality of conversation with the member of family. it will give unforgettable moment as time goes on.
Last but not least, in this modern era, people tend to think more practically and consumptive than ever. They buy food at food street which we cannot make sure the dish material is hygiene or not, they order food online, buy frozen food, eating in the restaurant just for social purpose, and many more. However, by making our own food will indirectly teach our children how to make it, Moreover, it will give more advantages in long term effect in the future. The truth is, we indirectly set the perspective of creating than buying, support them to discover the invention. Furthermore, I wish my kids will able not only to create something, but also to sell something for their life. Well, that’s my opinion about Why I choose more Homemade food. So, my question is I’d love to hear from you: How often do you cook at home? Cheers to food balance!


7 Top YouTube Cooking Channel Based on My Version

Diposting oleh mirefasdiari di 09.34 2 komentar


From beginner to proffesional one, inilah beberapa 7 Top Chef YouTube Channel favorit saya. Adapun beberapa alasan saya memilih program tersebut adalah,  videonya editingnya menarik,  resepnya bisa dipercaya,  nyaris anti gagal,  dan memotivasi saya untuk berani mencoba menu masakan yang baru dengan tingkat kesulitan yang bervariasi masak   Ok, saya gak akan banyak basa -basi,  langsung aja ya guys.. 

1.    Kokiku. TV by  Yudha Bastara


Image result for kokiku.tv

Image result for kokiku.tv yudha bastara


Channel ini menyajikan berbagai makanan, salah satunya makanan viral dari savory food to dessert . Setiap melihat video tentang makanan kekinian yang sedang viral, saya jadi mengurungkan niat untung membeli makanan tersebut  karena saya merasa bisa buat sendiri di rumah dengan melihat video dari channel ini.  Sayangnya kesulitan utama ketika aku mau memasak tidak ada resep tertulisnya even mereka bilang ada di website kooky. TV,  tapi tetap susah dicari since they not state the direct link.

2.    Dessert Castle by Putri Miranti

Image result for dessert castle putri

Image result for dessert castle putri

Masih dalam satu studio tv yang sama yaitu, Kokiku.tvm namun berbeda dengan Yudha Bastara,  Putri Miranti lebih memfokuskan pada dessert sebagai main menu of the channel.  Setiap melihat dia masak kayaknya seru dan gampang banget,  tapi pas saya mencobanya sendiri ternyata oh ternyata,  tidak semudah yang dilihat, tapi masih mudah diikuti kok santai aja.  Aku juga suka penjelasan dia yang detail mengenai teknik masak,  penggunaan perabotan masak, dan yang pasti bahan alternatif yang berguna untuk beginner baker like me, easy to recook them.

3.    Bigger Bolder Baker by Gemma Stafford 
Image result for bigger bolder baking

Image result for bigger bolder baking


I have already mentioned her name for a thousand times the reason why I love her channel so badly.  Gemma Stafford adalah seorang baker berkebangsaan Irlandia professional yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di Amerika, namun dia dan suaminya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya berkarir sebagai full time chef youtuber to share the best ever secret recipes of baking.  What an inspiring story! Sukses selalu buat pasangan yang so sweet ini.   Mbak Gemma memang nomor satulah buat saya.  


4.    Cupcake Jemma 


Image result for cupcake jemma
Jemma adalah seorang pengusaha kue ternama asal London. She's so professional!  Setiap melihat kue dia selalu terbayang kapan ya bisa membuat kue se-epic itu, seru banget ya punya took kue selaris dan sekece itu. Hmmm,,, entahlah hanya bayangan saja, hihihi. Well, yang paling saya suka dari tutorial dia adalah resep cup cake dan cake yang bervariasi dan unik banget. 

Image result for cupcake jemma
she's totally apply the beauty of are in her dessert.Pokoknya kece bangetlah so mba Jemma ini. 


5.    Oh Yum by Anna Olson


Image result for oh yum


Pertama kali aku lihat tutorial ini ketika mencari resep fudgy choco chip cookies

Image result for oh yum

Tante Anna memberikan banyak teknik memasak yang detail banget which so informative for the amateur baker like me, walaupun sayangnya saya jarang menggunakan full resep dia karena bahan2 yang dia gunakan mostly premium ingredient which absolutely  expensive enough for me. 


6.    Pufflova by Diana Amelia


Image result for pufflova diana amelia

Aku baru liat tutorial resep dia akhir-akhir ini.  Videonya edittingnya keren dan attractive banget buat anak remaja, cute gimana gitu, resepnya juga ok. Yang paling saya suka adalah dia sering membuat resep terinspirasi dari Film lho.  Gak sabar pengen recook resep dia pas gajian nanti,  eits  pas suami gajian Deng hihihihi.


7.    Hidamari Cooking

Image result for hidamari cooking

Related image
Suka penasaran deh, kalo kue kekinian orang Jepang kenapa bisa Fluffy gitu, kayak Japanese Pancake, Japanesse cheese cake, Tokyo Banana, dan masih banyak lagi. Ternyata pencarian ini membuat saya menjadi sangat penasaran sama channelnya Hidamari Cooking. Suka banget!

Ok, begitulah cooking channel favorit saya, tidak ada yang sempurna karena semuanya saling melengkapi satu sama lain. At the end, saya hanya bisa berdoa  dan berharap semoga selalu diberi kesehatan, semangat, dan pastinya rezeki supaya bisa berlatih membuat dessert-dessert kece ini.  Aamiin



Minggu, 21 Oktober 2018

Hari Jisun: My Inspiration of the day!

Diposting oleh mirefasdiari di 08.40 2 komentar
Image result for hari jisun
pic reference: yukepo.com

Zaman now, nge-hits banget yang namanya Vlogging. Hari Jisun adalah sebuah channel Youtube yang menampilkan review berbagai makanan khas Indonesia oleh orang korea yang bernama Jisun. Saya nge fans banget sama youtuber cantik ini karena lawakan dia lucu banget dan berani mencoba berbagai masakan indonesia dari yang di restoran ternama, hits, bahkan jajanan di pasar. She's so creative! Dan yang paling penting dia juga jago masak lho dia bahkan sering bereksperimen membuat masakan korea dengan bumbu andalan Indonesia yaitu berbagai macam sambal, Mie, bumbu olahan , dan masih banyak lagi.
Namun, hari ini saya akan membahas pada salah satu episode yang terbarunya yang berjudul "Draw My Life" , yaitu perjuangan dia dalam meraih mimpinya sejak kecil hingga berhasil menjadi Youtuber terkenal sampai sekarang. Ternyata, menjadi vlogger itu gak gampang. Perlu banyak latihan berbicara di depan kamera, perlu banyak keberanian untuk mengungkapkan ide secara kreatif, dan tentunya edit video supaya menarik, dan masih banyak tantangan lainnya. Begitu pula menjadi selebgram, yang awalnya aku sempet pikir, enak, ya, jadi selebgram, tinggal di foto-foto aja bisa menghasilkan uang, bisa di endorse sana dan sini. Tapi, ketika kita menjalaninya, apakah itu mudah? apakah itu terjadi secara instan? Well, everything needs process. Don't ever judge anything until you step on someone's toes. 
Yang paling menyentuh hati dan memotivasi saya adalah kegigihan  Jisun di awal debut videonya ternyata kurang banyak peminatnya hingga dia bertekad untuk membuat 100 video. Ini sama banget dengan pengalaman saya, saya sudah membuat blog dari tahun 2010 namun followernya gak banyak, segitu-segitu aja. Udah share sana-sini, even yang baca pun gak banyak huhuhu sedih gak sih. Namun, dengan melihat video ini saya akan melakukan hal yang sama , akan terus berjuang hingga hari yang ke 100!
Buat saya, menulis adalah hal yang paling bisa saya andalkan sekarang dibandingkan dengan aktivitas mana pun, maklum saya ibu rumah tangga yang sedang berproses mencari penghasilan tetap. hihihi. Menulis juga adalah salah satu jendela yang membuka ide-ide saya agar bisa keluar dan diekspresikan dengan baik. Jadi, kegiatan ini sangatlah multifungsi untuk mengasah otak saya yang jarang digunakan untuk bekerja hihihi.

Thanks to Jisun for your inspiration. Wish you get more luck in the future!
And
Good Luck for me!!!

Puding Lumut Butter

Diposting oleh mirefasdiari di 08.00 0 komentar



Penasaran sama resep yang sempet ngeHits sekitar setahun yang lalu. Gak sengaja liat tutorial resep ini dari Kokiku. Tv by Yudha Bastara. Sekilas kayak yang gampang ya,  tapi ternyata,  agak fail sedikit pas pembuatannya.  Bagian tersulit adalah teknik temper kuning telur ke bahan adonan puding butternya. Alhasil bergerenjel kayak omelette deh. Wkwkwkwkwk. 
Well, sejujurnya, sebenarnya tantangan yang paling berat adalah badan sedang lemas letih lesu plus ditemani sama asisten cilik, yang gak lain gak bukan adalah si baby Han Han.  Hihi. Yah namanya juga udah punya anak.
Rasanya? Hmmm,  ya begitulah masih Jauh dari ekspektasi,  sejujurnya,  entah memang rasanya yang begitu atau teknik saya yang masih salah huhuhu. Sepertinya saya harus coba sekali lagi kalo ada waktu dan kesempatan supaya bisa buat puding butter ala instagram gitu d. Ok, gak banyak basa-basi,  inilah resepny, Let's get cooking! 

Pudding Lumut Butter

Lapisan 1: puding Lumut

Bahan

·         600 ml air

·        1 sachet agar2 plain
·        125 ml santan
·        100 gram daun suji/pandan
·        2 butir telur
·        100 gram

     Cara Membuat
  1. Masukkan 600 ml air, 1 sachet agar2 plain, 125 ml santan, 100 gram daun suji/pandan, 2 butir telur, 100 gram gula, sejumput garam di blender sampai halus dan disaring dan dipanaskan hingga mendidih sehingga santan dan telur menjadi pecah.
  2. Tipsnya, untuk butiran lumut yang lebih kecil bisa mengaduk adonan lebih sering dengan menggunakan whisk, sebaliknya untuk hasil butiran lumut yang besar, tidak perlu sering diaduk.
  3. Setelah mendidih, tunggu adonan lumut hingga dingin sampai mengental  sebelum dimasukan ke loyang masukkan kedalam loyang, dan didinginkan.


Lapisn 2: Puding Butter

Bahan
·         550 ml air 
·         1 sct agar-agar
·         100 gram mentega/ margarin
·         180 gram SKM
·         sejumut garam
·         3 kuning telur

Cara Membuat
  1.  Masukan 550 ml air dan 1 sachet agar-agar didihkan
  2.   Masukan 100 gram mentega/ margarin+ 180 gram SKM+ sejumut garam
  3.   Masukan 3 kuning telur dengan menggunakan proses penyamaan suhu (temper) yaitu degan memasukan beberapa sendok adonan mentega ke dalam telur dan dikocok hingga suhunya sama lallu di masukan ke adonan yang besar. Pastikan kuning telurnya diaduk merata dan panas dari agar-agar dapat melelehkan kuning telurnya. Setelah itu tunggu beberapa menit untuk didinginkan sampai akhirnya dimasukan ke cetakan dan voila, pudding lumut butter siap disajikan


My Surviving skill as Mom: Han Han dan MPASI

Diposting oleh mirefasdiari di 07.34 0 komentar


Gak harus jauh-jauh ke gunung atau berlari ke hutan, bahkan menyelam ke dasar lautan untuk mengasah surviving skill. Bagi saya, cukup mengasuh si Baby Han Han,  saya sudah banyak belajar mengenai surviving skill,  terutama ketika MPASI.  Well, setiap Ibu pasti punya pengalaman dan penanganan yang menarik dalam Memberikan MPASI untuk si bayi cilik.  Inilah cerita saya, bagaimana dengan cerita mama yang lain?
MPASI alias makanan pendamping ASI biasanya mulai diberikan pada bayi usia 4-6 bulan.  Adapun tujuannya untuk menunjang gizi si buah hati di saat kandungan tertentu yang terdapat ASI pada  bulan tersebut mulai berkurang.  Sama seperti menyusui, proses pemberian MPASI pun harus dengan penuh perhatian dan kasih sayang,  dari mulai memilih dan menyajikan menu makanan dengan gizi yang baik dan seimbang,  melatih kedisiplinan makan,  komunikasi dengan si bayi, dan masih banyak lagi.
Lalu, apa kaitannya MPASi dengan surviving skill? Tentu saja sangat berkaitan.  Mengapa? ada saatnya ketika pemberian MPASI menemukan banyak sekali tantangannya yang sangat menguji  keuletan, kesabaran, dan kreativitas orang tua terutama ketika si GTM (gerakan Tutup Mulut)  muncul. Dan kalau gerakan ini muncul udah kayak main pencak silat aja,  silat sana silat sini.  Berbagai jurus si Mami berikan, namun bayi bocah yang semakin cerdas setiap harinya,  semakin awas dan mengetahui bagaimana cara menghindar.  Whoaa akhirnya drama perhelatan pencak silat berlangsung selama kurang lebih 30 menit lamanya. 
Adapun alasan GTM baby Han Han karena  masalah tekstur dan bosan dengan menu makanan yang cenderung monoton.  Saya sendiri bukannya gak kurang berusaha,  walalupun belum banyak mencoba.  Saya telah melakukan berbagai variasi menu dan cara memasak,  namun kadang ada yang cocok ada yang tidak. Belum lagi dia cepat sekali bosan dengan menu-menu yang itu saja, walaupun baru diberikan untuk kedua kalinya. Saya jadi serba salah, masak sedikit takut kurang, tapi kalau masak banyak takut mubazir, dan untuk supaya berkah , kalau gak habis ya saya kasih sisa makanannya ke Mew Mew, kucing liar yang tinggal di rumah.  Alhasil, gak Cuma Han Han aja yang tambak montok, si Mew Mew juga jadi kebagian rezeki Han Han hasil jerih payah maminya. Alhamdulillah ya, pemirsah, hihihi. Alhamdulillah juga si bayi ini udah bisa sedekah sejak dini. Hihihi. Namun, saya harus selalu berusaha demi memberikan gizi yang terbaik untuk si Kecil. Semoga saya dan baby Han Han bisa saling bekerja sama
Begitulah kisah survivingl skill setelah saya menjadi seorang Ibu. Tidak Ada hari yang sama, metode atau penanganan yang berhasil pada hari ini belum tentu berhasil untuk keesokan hari. Hal ini sangatlah wajar,  karena si bayi berubah , bertumbuh dan berkembang setiap harinya.  Oleh karena itu, saya sebagai seorang Ibu,  harus selalu berusaha untuk mencari cara,  ide,  dan inspirasi agar bisa mengasuh si bayi dengan baik. 



 

- Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos