Rabu, 16 Agustus 2017

Married and Master Degree of Art Therapy

Diposting oleh emiria farahdina di 06.34
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Always feel extremely nervous in every time I think about them. These two stuff which I’m still fighting for, these two stuff which I need fully struggle to achieve it.

Can I make it happen this year?
         
          Even I don’t have any boyfriend now, even I don’t have someone to think of, even I don’t want to think about it because I just need to take a really super deep breath for a while and take a rest, until I feel I'm ready to start the new one, the last one.

No matter what I feel nside, I just want to make my emotion always on “neutral” mode and let my logical side lead the way to focus on my dream until I achieve it!



There’s always hope for the one who trust it.

Follow your heart, follow your passion, and finally achieve your dream =D
                                                                                               
                                                                                                Bogor, 030316
                                                                                                By Mirefa91

The Lotus

Diposting oleh emiria farahdina di 06.25
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
cerita ini ditulis berdasarkan postingan blogku sebelumya berikut linkya:

http://mirefasdiary.blogspot.co.id/2015/10/inktober-day-15.html

Kegelisahan dan Konflik Bathin

Diposting oleh emiria farahdina di 06.12
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Menikah menikah dan menikah, siapa sih yang ga mau menikah? Pastinya dong hampir semua orang ingin menikah. Namun, yang menjadi batu karang besar alias kendalanya adalah ketika si pasangan kita belum datang, bahkan belum muncul ke permukaan sama sekali. “Ya ampun sembunyi dimana sih orang ini? ngajakin main petak umpat, ya? Hoho” Dan ketika berada di masa itu, kita dikelilingi oleh orang-orang yang setiap hari menanyakan pertanyaan yang sama. "Kapan nikah, neng?". Ketika diserbu ribuan pertanyaan itu, pusingnya bukan kepayang. Pertanyaan itu terus muncul dari orang terdekat kita, mama bapa, keluarga, beberapa kerabat bahkan celetukan anak kecil yang tidak dikenal sama sekali di jalan. "Teteh udah punya suami? udah punya pacar? Kapan nikah, teh? hihihihi" Fiyuhh.... cuma mengelus dada dan bilang "Sabar sabar " dalam hati. "Hello memang itu urusan lo ya?" Dan akhirnya cuma bisa pasrah, tersenyum sambil bilang "doain ya guys, tante, om, pak, bu, semuanya." Yap aku kira jawaban itulah yang paling ampuh dan paling tidak menimbulkan emosi.
          Btw, keinginan untuk menikah muncul ketika umur 22 setelah putus dari pacar yang kedua dan sudah bekerja. Semenjak itu aku pikir udah ga mau pacaran lagi, dan ingin mulai serius untuk mencari pasangan hidup. Oia sebenerya waktu SMA, aku pernah berkata ke diriku sendiri aku cuma ingin 3x menjalin hubungan dengan cowo. Yang pertama ketika SMA, yang kedua ketika kuliah, dan yang ketiga ketika kerja, dan aku bersumpah kalau yang ketiga ini adalah pasangan terakhirku. Karena dia adalah yang terakhir, mau menyangkal atau gak, aku sangat pemilih. Tentunya karena orang yang ketiga ini adalah yang akan menjadi takdir hidupku dan menjadi imanku di masa depan kelak

          So, di bagian ini aku akan menceritakan semua pengalaman yang terjadi, pikiran dan perasaan yang aku alami sebelum aku dipertemukan oleh orang yang ketiga ini. Secara, banyak tantangan, dan lika liku yang aku hadapi, baik dari diri sendiri maupun keadaan yang belum bisa memberikan jawaban yang pasti. Semua yang ada dibagian ini murni diambil dari catatan harianku tanpa ada sedikit penambahan atau pengurangan. So, hope you enjoy!

Bagian 1: Duniaku Tanpa Dia

Diposting oleh emiria farahdina di 06.07
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya
Diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup untuk jenismu sendiri
Supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-nya kasih sayang diantara kamu.
Sesungguh-Nya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang- orang yang berpikir.”
(QS. Ar-Ruum:21)


The Story E&A

Diposting oleh emiria farahdina di 05.59
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


Pembukaan
Melangitkan doa untuk cinta adalah sebaik-baiknya mencintai dengan cara yang baik.
Aku mencintaimu dalam diamku. meskipun diam, bukan berarti aku tidak memperjuangkan.

Untukmu seseorang yang akan menjadi pelengkap takdirku. Meskipun untuk sementara kita terpisah jarak, waktu, ruang semesta. Semoga kita selalu dipeluk oleh sebuah doa yang sama.

Aku tidak mengkhawatirkan kita yang saat ini kita belum
berjumpa. Karena aku tahu setiap hal yang baik akan datang tepat sesuai waktunya. Dan di saat waktunya tiba, semoga aku tidak melewatkanmu dan begitu pula dengan kamu kepadaku. Sampai jumpa dengan pertemuan kita yang akan direstui oleh siapa saja
.
Aku mencintaimu dalam diamku
by
Ketika penantian panjang dijawab dengan cara yang tak terduga. Begitulah kisah cintaku Emiria Farahdina dengannya, Muhamad Abdul Halim. Banyak orang yang menyangka perjalanan cinta kami terkesan singkat, terburu-buru, dan tanpa melalui sebuah proses. Namun, sesungguhnya mereka tidak tahu berapa lama kami harus menunggu sampai akhirnya kami bisa dipertemukan. Menembus semua rasa ketidakyakinan, keputusasaan karena berulang kali jatuh bangun dalam sebuah cerita yang tidak sesuai dengan harapan hingga pada akhirnya kami berusaha bangkit dan percaya bahwa suatu hari akan ada keajaiban yang mempertemukan kami.
          Semejak pertemuan kami yang pertama, kebetulan demi kebetulan pun terjadi dan tersusun dalam sebuah rangkaian pengalaman unik. Bagaikan puzzle kehidupan, rangkaian demi rangkaian saling melengkapi satu sama lainnya, satu hilang tak akan pernah menjadi sebuah gambar yang utuh dan sempurna.Tentunya semua itu sayang jika dilewatkan begitu saja, oleh karena itu aku berusaha merekam semua kejadian berdasarkan apa yang aku pikirkan dan apa yang aku rasakan. Beruntung aku adalah seorang gadis pengkhayal, senang sekali merenung, dan menuangkan semua imajinasiku dalam sebuah karya. So, Buku ini merupakan kumpulan cerita, postingan diary yang kusimpan di blogku dan hasil karya yang berkaitan harapan akan kisah cinta yang sempurna. Semoga cerita singkat ini bisa mengingatkan kembali akan semua cerita indah ketika membacanya di masa yang akan datang dan memberikan manfaat bagi siapapun yag membacanya.

Hope you enjoy it =)

                                                                                      Bogor, 241216

                                                                                      By Mirefa91

The Story of E&A

Diposting oleh emiria farahdina di 05.54
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


E&A

Emiria Farahdina&Muhamad Abdul Halim 

Selasa, 17 Mei 2016

Cooking Class

Diposting oleh emiria farahdina di 05.34
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


 Since my mom always complain that I seldom to cook, I decided to join the cooking class in the last minutes after thousands of consideration.


The cooking class held by my running buddies from Bogor Runner. They invited one of member who works as a chef, Kang Assegaf, a chef from five stars hotel in Jakarta, Mandarin  Hotel.





The cooking class was great. I learned the basic of techniques of cooking such as cutting, slicing, chopping which had a secret technique to do it. Well, I never knew it before, so I'm so enthusiastic and it was motivated me to try something new such as cut the fish and cut chicken..honestly it was the first experience for me. Can you believe it? As a girl, the rest  of my life, it was the first time at 24 years old,  the age that you should do it better. Hoho






Overall, the cooking class inspired me to practice on my own at home. And Voila, this is my creation!


 I know its still far from perfect such as the chicken not juicy, the slice of chicken and fish still  too thick, the flour of fish still not perfect from crispy, and some of the was to salt, Oh noo. However I enjoyed making special dishes for my beloved family.


 

- Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos