Selasa, 22 Desember 2015

Sydney, I'm Coming! :D

Diposting oleh emiria farahdina di 17.36
Reaksi: 
Holiday is coming, are you ready??

Belum pernah ke luar negeri?
Belum pernah pergi jauh?
Belum pernah naik pesawat?
Dan nanti kamu mau pergi Sydney sendirian?
Memangnya berani?

Begitulah pertanyaan banyak orang, teman2, saudara, bahkan keluarga aku sendiri. Teteh yang gak berhenti2nya bilang "Aku gak tenang kalau kamu harus transit2 dimana2, masalahnya kamu khan belum pernah ke luar negeri!" "Teteh tenang kalo kamu naek pesawat yang direct ke Sydney!" Begitu juga Aa yang berulang2 kasih nasehat tentang perjalanan ke luar negeri, cara transit  dan lain2. Dan bagaimana kalau mama dan bapa? Hmm,,, mereka sih jangan ditanya lagi, kayaknya mereka sulit sekali merelakan anak bungsu perempuannya ini pergi.

Awalnya aku sih biasa aja, memang sih aku belum pernah ke luar negeri bahkan belum pernah naik pesawat sekalipun seumur hidup, tapi bukan berarti aku ga bisa khan? Toh, aku udah gede lho, udah dewasa pula,, (aamiin), kalau ada apa2 tinggal tanya khan ya? Namun, aku ga bisa bohong kalau terlalu banyak orang yang mempertanyakan hal yang sama, aku khan jadi deg deg gan juga, Aaaaa XD. 

Perjalanan ke Bandara

Okay, singkat cerita aku berangkat pada tanggal 18 December, 14.30 dari Jakarta. Banyak banget hal yang harus aku selesaikan s
ebelum keberangkatan seperti yang aku ceritakan pada posting sebelumnya. Aku sengaja berangkat jam 8, alias 6,5 jam sebelumnya "untuk menghindari kemacetan. Aku berangkat diantar Mama dan Mang Ahmad.

Selama perjalanan ke bandara, aku ga tahu perjalanan lancar atau ga, karena satu hal yang aku lakukan pada saat itu cuma ngobrol, peluk mama yang erat karena aku gak akan ketemu mama selama sebulan ke depan, dan yang pasti tidur yang pulas.

 I'm gonna miss you mom, and dad, see you next month :)

my mom

Di Bandara, Bandara Soekarno-Hatta Int, Jakarta

 my sketch, while waiting for the departure time

Pertama aku naik pesawat Garuda dengan tujuan Jakata- Denpasar. Secara keseluruhan perjalanan relatif lancar walaupun agak lama sih nunggu di boarding room. Beberapa kali bertanya untuk memastikan pesawat yang berangkat itu adalah pesawatku, secara pada saat itu ada dua pesawat dengan tujuan ke Bali. Aku bener-bener takut banget ketinggalan pesawat. Gak lucu juga khan ga jadi berangkat ke Sydney cuma gara-gara ketinggalan pesawat ke Bali, apa kata dunia nant? Eh, maksudnya apa kata Mama, Bapa, Aa, Teteh, dan A Dhonny??? Pasti mereka mikir, “Apa, kamu ketinggalan pesawat?! Konyol banget kamu, Tami!!” “ AAAAaaaaaaaaaa. No, no. no think positively, Emiria, All iz well All iz well,” aku meyakinkan diriku.



Okay setelah menunggu di boarding room, naik pesawat yang delay juga. “It was my first experience!!!!!!!! Hahahah, tapi berusaha untuk stay calm, supaya keliatan gak norak, padahal mah hati bergejolak pengennya loncat-loncat gak jelas, hihihihihi. Setelah dua jam kemudian, 18.00 WITA, nyampe juga di Bali, I Gusti Ngurahrai Internasional Airport. Yeay, Alhamdulillah, langkah pertama berjalan dengan mulus, saatnya mengabarkan keluarga dan beberapa teman, baik yang di Indo maupun  di Aussie, kalau aku udah sampai di Bali! Horeeeeeeeeeeeee!!!



Bandara I Gusti Ngurah Rai Int, Denpasar

 Terminal Internasional, Gak ada siapapun  di sana :(


Okay kesan pertama ngeliat Bandara I Gust Ngurah Rai adalah besar dan luas banget. Yeayy,,,, I’m in Bali now! Aku senang banget karena bisa menampakkan kaki di salah satu tempat yang pengen banget dikunjungi selama ini, serasa mimpi walau cuma sebentar. Semoga suatu hari nanti bisa mengunjungi tempat ini lebih lama. AAmiin

Bandaranya bener-bener modern banget, ada beberapa dekorasi baik di dalam dan di luar ruangan yang menunjukkan atribut Bali. Pengen foto-foto di sana cuma sekedar buat nunjukin kalau aku pernah ke sana, tapi aku inget pesen Aa “Sesampai di Bandara, kamu harus langsung check-in!So, aku ikutin de saran dia, kebetulan aku di sini transit selama 4 jam, jadi setelah check-in aku masih punya banyak waktu untuk melakukan berbagai hal.

Jarak dari terminal Domestik ke terminal Internasional jauuuuhhhh dan berliku-liku banget. Gedungnya masih baru banget, kepikiran pengen ambil banyak foto, not selfie one hehe, tapi sayang ribet. Dengan pedenya aku berjalan sendiri, tralalala ala-ala backpacker yang berusaha menikmati perjalanannya, tapi lama kelamaan kok makin sepi makin sepi dan gak ada  orang sama sekalii!! AaaaaXDXDXDXDXDXDXDXDXD, so aku pelanin jalanku sampai akhirnya ada beberapa orang dan sampailah akhirnya ke terminal internasional. Setelah Check-in dan ke loket imigrasi (Alhamdulillah, ternyata prosesnya gak seribet yang aku dan keluargaku bayangngkan). Selesai check-in, aku cari tempat makan, atau tempat yang enak buat nunggu lama. Aku sih niatnya pengen ke bagian domestik lagi, pengen foto-foto di Gerbang Pura Bali, tapi, jalan keluarnya ribet banget, muter-muter, banyak banget pertokoan untuk suvenir yang menujual barang-barang super branded. Seru juga sih foto-foto di pertokoan itu, tapi sayangnya udah gak nafsu saking belum tenang karena belum nyampe tempat tujuan.

Primary Lounge @Bandara I Gusti Ngurah Rai Int, Denpasar

 I'm gonna miss you mom, and dad, see you next month :)


Akhirnya aku memutuskan untuk menunggu di sebuah Primary Lounge sambil beli cemilan di sana. Rasaanyaaa boseeeennnnnnnn banget, dan salah satu cara untuk mengobati kebosananku yaitu, bersketsa. Selain bersketsa berkali-kali update status dan berkali-kali menghubungi teman-temanku, supaya gak sepi. Ini dia beberapa sketsaku:

 my sketch before. gak tau apa yang harus dilakukan, cuma ini yang bisa dikerjakan, sempet dilarang bawa alat tempur sketsa karea takut terlalu berat bawanya, tapi untungnya mengikuti kata hati. so, setidaknya ada kesibukan di saat menunggu :)


 my sketch after, and finally it finished!



Di sana, beberapa kali aku menghubungi dan dihubungi keluargaku via WhatssAp, kadang si Aa juga telepon aku buat mastiin kabar aku. Hingga pada akhirnya aku mendengar kabar yang mengejutkan, kabar yang sempet bikin aku khawatir kalau teteh udah mau melahirkan dan bahkan udah ada di rumah sakit. Aku jadi deg-deg gan gak karuan. Pertama aku bener-bener mikirin kondisi teteh, semoga proses kelahirannya berjalan lancar.  Kedua, aku kepikiran siapakah yang menjemput aku di bandara, secara a Dhonny pasti lebih pilih untuk mendampingi istrinya tercinta.  Whoaa apa yang aku bayangkan bersama temen-temen kantor bener-bener kejadian kalau teteh melahirkan di hari yang sama dengan hari keberangkatanku. Gak lama setelah aku mendengar kabar kalau teteh dibawa ke rumah sakit, Aa menelpon dan memberi kabar kalau teteh udah melahirkan pada puku 00.15 waktu Aussie. Alhamdulillah, senang dan leganya bukan main, jadi kebayang setelah sampai sana, aku bisa langsung ketemu keponakan tercinta Neo dan Ade.


@Boarding room, Bandara I Gusti Ngurah Rai Int, Denpasar

 my ticket .


Okay, waktu terus berjalan dan semakin dekat dengan keberangkatanku. Aku berangkat dari Denpasar-Sydney pukul 22.30. Aa telepon dan nyuruh aku check-in jam 22.00 aja supaya aku gak kelamaan nunggu di boarding room, yah maksudnya sih baik, tapi firasat aku berkata lain, jam 9 aku cuss ke Boarding Room. Sempet muter-muter sebentar sih sebelum ke sana, tapi uda bosen banget jadi langsung d boarding room. Dan, yap ternyata firasatku tepat, boarding roomnya jauh banget, sekitar 10 menitanlah buat sampai sana, Whoaaa. Bersyukur banget pas aku datang tepat pas udah bisa naik pesawat, jadi aku gak nunggu lama. Sesampainya di pesawat, gak harus nunggu lama karena setelah aku duduk, pesawat langsung berangkat, beda banget ma pesawat  pertama yang harus delay dulu. Aku seneng sih, tapi masih terheran-heran gitu kok cepet banget ya, padahal di jam aku khan masih jam 10, seharusnya setengah jam lagi baru berangkat. “What’s wrong with that? Dan akhirnya aku menyadari kalau ternyata waktu di Bali satu jam lebih cepat dari jamku yang masih pake waktu WIB!!!! So, intinya aku baru sadar aku sampe boarding room 15 menit sebelum keberangkatan. Pantes aja pas aku liat jam udah pukul 22`15, terus pada saat itu aku masih gak sadar lagi, aku malah pikir kalau jamnya ngaco banget, ternyata otakku yang lagi ngaco, wkwwkw.  Whoaaa dodol banget!! Pantesan aja pas lagi nunggu, waktu kerasaaa lama banget,  ternyata bedanya satu jam toh, terus aku baru ngeh pas di pesawat. Setelah sadar, gak berhenti-berhentinya aku mengucapkan rasa syukur sambil senyum-senyum sendiri menertawakan kekonyolanku. Alhamdulillah walau  tingkat kesadaran rendah pada saat itu, Tuhan bener-bener membimbingku. Apa jadinya kalau seandainya aku ketinggalan pesawat dengan alasan yang konyol, gak sadar kalau ada perbedaan waktu antara Bogor dan Denpasar, ckckckc……

Bandara Kingford Smith Int.

Okay aku skip  ceritaku, karena bakal panjang banget, yang pasti akhirnya pada pukun 07.30 aku sampai di bandara Kingford Smith International, Sydney. Sydney, I’m coming! Finally (teary ;’)) senyum senyum sendiri di pesawat. Setelah sampai dan turun dari pesawat, aku langsung ke bagian imigrasi. Bandaranya keren (pastinyalah) dan gak ribet juga petunjuk arahnya, jadi aku gak pusing harus ke mana dulu. Aku langsung ke bagian imigrasi. Di sana penuh dan ngatri banget, sering juga ketemu orang Indonesia, beberapa dari mereka tersenyum dan menyapa. Mereka sangka aku datang ke sini buat sekolah lagi (aku aminin aja dalam hati, supaya jadi kenyataan :))

Dan setelah selesai di bagian imigrasi, sampailah aku pada bagian yang paling menegangkan, yaitu bagian system pengamanan bandara. Aku jadi inget nasehat aa dan teteh yang bawel banget tentang ketatnya system pengamanan di sini. Aku deg deg gan banget tapi berusaha buat tenang, di saat petugas memeriksa barang-barang yang kita bawa. Sebelumnya di pesawat, kita sendiri mengisi formulir yag berisi tentang identitas kita, alamat selama kita menetap di Aussie, dan form check-list tentang barang-barang yang kita bawa. Ada kejadian yang konyol banget. Just keep reading, ya!

@ Immigration, Bandara Kingford Smith Int.
Sebelumnya, teteh khan nitip bantal kacang hijau yang fungsinya untuk merangsang pertumbuhan rambut bayi. Teteh bilang barang tersebut dikategorikan produk kacang. So, inilah percakapan aku dengan petugas bandara.

P1      : “Hello, morning.”
Me      : “Hello, morning.”
P1      : “So, what things that you declare?”
Me      :” Hmm, there are Nut Pillow and some other stuffs.”
P1      :” What kind of stuff is it? Can you show me?”
Me      : “Sure, I will show you, wait a minute.”

Okay, aku buka koperku, dan aku ambil d si bantal kacang hijau, untung packing ada di luar, jadi gak ribet ngeluarinnya. \

Me      : “Here, Nut Pillow.”
P1      : “What’s that? What kind of nuts is it?”

Aduh mampus aku gak tau lagi bahasa inggrisnya kacang ijo apa XD

Me      : “I don’t know, I’m not sure, may be its green nut (asal translate aja XD). I just cant explain it in English.”
P1      :” What kind of nuts it is? I never know about it, is it kind of knskxnksnk?”
Me      :” No, I’m not sure about it.”
P1      : “See, the explanation here is not with English, so you have to explain to me,    otherwise I will open it.”
Me      :” No. no. no, don’t open it, let me check it first , I’m googling now, and I will show it for you what kind of nuts it is.”

Aku buka HP, mana HP aku sengaja dimatiin, jaga-jaga kalau ada pemeriksaan X-ray, terus lama lagi buka HPnya, terus aku juga gak sadar kalau aku masih pake 3, nomor Indonesia, memang sih masih bisa dipake buat Whatssap, tapi buat googling? Oh no, what should I do?!!!! Dan akhirnya dia nanya ke temennya`

P1      :”Is it okay about this kind of stuff? There’s nut inside here but I’m not sure what kind of nut it is. And she want to show me.”
P2      : “It’s okay, its allowed.”
P1      : “So, have you done check it?”
Me      : “I’m sorry, but the connection is so low.”
P        :”All right, it’s okay, its allowed then, it just kind of brand new here, so what else that you declare.”
Me      :” Some herbal medicine (minyak telon) and shoes.”
P1      : “all right it’s allowed, that’s fine, that’s all, thank you.”
Me      : “You’re welcome.”


 Nut Pillow alias bantal kacang hijau

Ahh finally, selesai juga, memang sih bingung ngejelasinnya. Tapi tetep gak seribet yng aku duga. Setelah itu aku langsung ke pintu exit, dan nemuin tulisan WELCOME to SYDNEY. Dan di ruangan itu banyak banget orang yang menjemput kerabatnya. Aku berusaha menghubungi a Dhonny yang katanya mau jemput aku tapi gak ada kabar sama sekali, ada sih, tapi gak ada tanda-tanda posisinya di mana. Aku cari-cari mungkin a Dhonny terselip di antara kumpulan manusia ituu, tapi tetep gak adaa, hikkkkssssssss, sedih.  Yasudahlah berarti memang harus nunggu. Pas aku keluar dari gerbang tempat nunggu, tiba-tiba ada yang mengagetkanku, dan itu Neo, dan si jail A Dhonny!!! Whoaaa senengnya buukan maen. Kupeluk dan kucium Neoo. Neo juga kangen banget, berkali-kali dia peluk dan cium aku, kadang dia suka pukul aku,, mungkin itu untuk mengungkapkan rasa kangennya. I can’t wait to see my sister and my new niece.

finally after almost a year we havent meet each other, he kissed me, punched me, thats the way of how he express that he miss me so much.

 Sweet hot chocolate to star your day :).
it was nice one


I can’t wait for my Adventure in Sydney and Australia. Okay, Bismillah the journey of fortune begins


3 komentar:

Kamar Mandi's story on 22 Desember 2015 20.54 mengatakan...

Aaaaaa Emiiiiiirrr envy �� have fun yaaaa

emiria farahdina on 23 Desember 2015 09.35 mengatakan...

tittiiiii kangen, thanks ya, ayo nanti kita ke sini

Eprika Adhitya on 24 Desember 2015 18.26 mengatakan...

Emir ditunggu ceritanya di sydney yaa :D

Posting Komentar

 

- Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos