Minggu, 13 Maret 2011

My Family

Diposting oleh emiria farahdina di 00.50
Reaksi: 

Hmm,,,, setelah diingat- ingat dan dipikir- pikir, kayaknya gua belum pernah d menceritakan sedikit pun tentang keluarga gua di blog ini dan mungkin inilah waktu yang tepat untuk memperkenalkannya.

My Parents
Mama dan Bapa

Mama and Bapa plus A Dhonny and Neo

My Sister
Teteh

My Brother
Aa

Me

With Mom



Gmana mirip g? Hmm,,,, banyak banget yang bilang kalo gua mirip banget ama Bapa, tapi seiring dengan berjalannya waktu, gak jarang juga gua mendengar opini kalo gua mirip mama. Hmmm,,, menurut kalian bagaimana?

Ngomongin tentang keluarga, orang tua, dan saudara kandung, gua jadi inget d sebuah kenangan masa kecil gua, sebuah kenangan yang terjadi ketika gua masih menjadi seorang anak yang teraniaya (sebut: anak bungsu).

Banyak orang yang bilang kalo jadi anak bungsu itu menyenangkan, paling dimanja, paling dapet perhatian dari orang tua, punya kaka yang bakal ngebantu kita di saat kesulitan, dapet dana bantuan, dan bla bla bla. Hmmm,,, apakah benar selamanya akan seperti itu?

Hmm,,, Let me think over

Kenyataannya adalah gua gak ngerasa selamanya seperti itu, gua mungkin dimanja, tapi kadang ada suatu keadaan dimana gak selamanya dimanja juga, bahkan sebaliknya. Selalu jadi korban kejahilan para kaka, selalu dianggap anak kecil terus menerus, dianggap belum dewasa, selalu dianggap belum saatnya buat nanggung tanggung jawab lebih dan lain- lain… hahaha, curhat sedikit boleh, khan?

Okay, balik lagi ke pokok permasalahan, Gua inget di sebuah masa di mana gua masih jadi korban para kejahilan kaka2, aa dan teteh. Kekompakan mereka memang tiada tara dalam hal yang satu ini, gak ada tandingannya dan ga ada duanya d! Mereka memang akan selalu kompak kalo soal ngejailin gua, apalagi kalo soal menjalankan sebuah misi untuk membuat gua nangis! Wah, memang ini yang mereka nantikan!

Mereka seneng banget nangisin gua, mereka gak akan pernah berhenti dan gak akan pernah menyerah sebelum gua meneteskan air mata, walau hanya setetes saja, Gak tau kenapa, ya, tetapi, gua ngerasa sepertinya tetesan air mata tangisan gua ini menjadi satu- satunya sumber kepuasan mereka, kebahagian mereka,, yang mungkin gak bisa dinilai dengan apapun di dunia ini ( lebay, hahaha). Kayak semakin gua nangis, semakin mereka bahagia, huhuuhu

Okay, Whatever!! Mungkin mereka bisa ngejailin gua, atau mencoba membohongi gua dengan kisah- kisah khayalan mereka yang terjadi di masa sebelum gua dilahirkan, dan sebagainya, tetapi mereka gak bisa ngebohongin gua tentang satu hal, kalo gua adalah

anak yang ketuker di rumah sakit!

Satu hal yang gak mungkin dan gak akan pernah gua percaya, hahaha.

Okay, memang sih, banyak yang bilang kalo muka gua yang paling berbeda dari yang lainnya, secara fisik maupun sifat. Hmmm,,, kalo dipikir- pikir bener juga apa mereka katakan, Gua juga ngerasa kayak gitu, ngerasa agak berbeda dari yang lainnya. Aa dan teteh kayaknya tipe yang kritis, logis, suatu hal yang menurut gua bukan gua banget, karena kenyataannya adalah gua suka hal- hal yang berbau imajinasi, intuitif dan sebagainya.

Okay, mungkin gua memang belum pernah di tes DNA, bahkan gua juga belum pernah di tes golongan darah, tapi gua yakin banget kalo golongan darah gua pasti adalah O (Kenapa? karena Mama dan Bapa kebetulan bergolongan darah o), lagipula, dari semua anak, Cuma gua yang mempunyai wajah yang paling mirip ama Bapa, bahkan banyak banget kebiasaan- kebiasaan gua yang sama kayak bapa, dari kebiasaan buruk sampai yang baik, termaksud hobi gambar gua. Yap, kenyataannya adalah dari semua anak Cuma gua yang suka gambar, dan mungkin hobi gambar ini diturunkan oleh bapa. Hmm,,, gua bangga banget d jadi satu- satunya anak yang suka gambar


At least, itu adalah intermezo dari sejarah suram dalam perjalanan hidup gua. Kenyataannya sekarang jauh lebih baik. Mereka sudah memperlakukan gua sebagaimana mestinya, jauh lebih dewasa. Menurut gua jadi anak bungsu itu menyenangkan, dibalik semua opini yang kurang menguntungkan tentang anak bungsu, gua bersyukur jadi anak bungsu, yang penting khan kita harus lebih banyak ambil sisi manfaatnya, alias sisi positifnya. Bener khan?




Oia gua pernah baca tentang penelitian yang menyatakan bahwa kemiripan seseorang dengan anggota keluarga lainnya mempunyai hubungan yang signifikan dengan keeratan dan kekompakan yang dimiliki keluarga tersebut. Menurut kalian gimana? Apakah kalian percaya dengan penelitian tersebut?

Yap, dan seiring dengan berjalannya waktu, entah kenapa, banyak yang bilang ,lho, kalo teteh, aa, dan gua semakin mirip. Really? Hmm,, berarti itu menunjukkan kalo hubungan diantara kita semakin terjalin erat... Gua harap sih begitu, sekarang dan selamanya... Aminn







me, aa, teteh

0 komentar:

Posting Komentar

 

- Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos