Jumat, 10 Oktober 2014

Diary: Journey of traveling through time

Diposkan oleh emiria farahdina di 09.37
Reaksi: 
 Diary: Journey of traveling through time

Seperti janjiku pada posting sebelumnya, aku akan menceritakan mengenai diariku. Aku suka sekali menulis diari. Aku menulis diari sejak aku berusia 7 tahun. Dan, apakah kalian tahu? Gak kerasa udah ada 20 lebih buku diary yang aku punya, lho, baik yang aku punya sendiri maupun diari bersama teman kecilku. Selain berbentuk buku, aku juga suka banget nulis blog, blog buatku seperti sebuah diary online, dimana orang lain bebas untuk membacanya. Aku juga banyak menulis di handphone, notebook dan evernote. Tapi sayangnya, waktu HP aku eror, evernote aku kehapus dan sekarang aku lupa d passwordnya, padahal banyak banget curhatan yang aku tulis  selama semester 5-6, huhuhu. HP aku juga ilang, padahal banyak banget ide2 yang aku tulis  selama lebih dari dua tahun di notesnya, dan sedihnya, aku gak kepikiran untuk ngirim tulisannya ke email. Yaaah,,, sayang banget, hiks, tapi sepertinya aku harus merelakan kenangan- kenangan tersebut karena apapun yang terjadi kenangan tersebut gak akan pernah kembali LIkhlaskan ya Emi, semoga di masa depan kamu akan membuat kenangan yang lebih indah J, Yeayy, amin J

Oia balik lagi tentang diariku. Salah satu yang aku suka dari menulis diari karena diari  itu bagaikan sebuah mesin waktu yang membuatku berpetualang menelusuri ruang dan waktu! Percaya d, dan itu seru banget! 

“Sesungguhnya hidup ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu”

Pepatah ini pertama kali aku temukan di sebuah buku yang berjudul Ping: Perjalanan Seekor Katak Mencari Kolam yang Baru pada tahun 2009.  Jujur sebenarnya aku tidak sepenuhnya paham mengenai makna pepatah tersebut, terutama tentang waktu.  Menurutku pepatah tersebut  sulit diterima karena kurang masuk akal karena waktu itu tetap terbagi menjadi 3 masa yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan dan aku gak bisa membayangkan bagaimana 3 masa tersebut  tidak ada dan hidup itu tidak dibatasi oleh waktu.

Perlu bertahun-tahun untuk memahami makna sesungguhnya dari pepatah tersebut sampai akhirnya seorang kawan memberikan  sebuah tulisan lamaku  yang dibuat  4 tahun yang lalu pada bulan Mei 2014. Ini dia linknya:

https://www.facebook.com/notes/emiria-farahdina/mencari-dunia-selain-dirimu/394143021955

Aku  kaget banget waktu membacanya,  karena notes tersebut benar-benar menggambarkan keadaan aku pada saat itu. Sangat menggambarkan dengan tepat! Ditambah lagi pas baca banyak komentar sahabat yang bikin aku tambah speechless! AKu cuma bisa garuk-garuk kepala dan terheran-heran kok bisa ya aku menulis note itu, itu jelas nggak kayak tulisanku. Perasaan aku campur aduk pada saat itu, antara pengen ketawa, heran setengah mati, dan terharu. Gak nyangka aja kok bisa ya, aku ngerangkai kata sekeren itu, dan berpikir sebijak itu hoho. Gaya tulisan note itu beda banget dengan tulisan aku yang sekarang yang lebih suka  menulis sesuka hati tanpa peduli kata-katanya bagus atau gak, yang penting tjuan tertentu sudah disalurkan . Thanks by the way untuknya yang telah mengingatkanku kan tulisan ini, It helped me a lot J

Semenjak  saat itu aku sangat menyadari makna “tanpa batas waktu yang sebenarnya”. Aku sadar bahwa ketika kita menulis sebuah diari, kita gak pernah tau kalau tulisan yang kita buat sekarang akan berguna untuk saat ini, masa depan, dan atau bahkan masa lalu

Diary membawa kita pergi ke masa lalu, seperti kita membuka album tua yang berisi foto-foto, kadang ketika membaca diari, kita seperti kembali ke masa tersebut, mengulang semua kejadian yang ada di masa tersebut secara nyata. mengingat banyak kejadian yang telah kita lupakan J. Kadang aku suka ketawa sendiri  lho, kalo baca diariku, betapa banyak kejadian  konyol yang aku alami di masa lalu, betapa banyak kesalahan yang pernah aku lakukan, banyak juga kejadian menyenangkan dan berkesan  dan itu mebuatku sangat bersyukur

Aku termasuk orang yang Goal oriented. Percayakah kalian? Haha, jangan kaget ya, walau kadang aku keliatannya santai, tapi  suka banget menulis target untuk masa depan secara detail tentang apa yang aku inginkan, kapan aku bisa mencapainya, dan upaya apa aja yang harus aku lakukan demi mencapai target tersebut. Dan saat aku membaca semua daftar mimpiku, aku merasa bersyukur karena terdapat banyak mimpi yang sudah tercapai, dan untuk beberapa daftar yang masih dalam  proses, ngasih aku motivasi “ Ayo Emi, kamu pasti bisa untuk mewujudkannya!  Yap, menulis target itu menyenangkan, karena menjadikan hidup kita lebih terarah dan kita bisa lebih fokus untuk menggapainya!


Diari kita bisa memberikan petunjuk-petunjuk tertentu di masa depan. Semenjak aku membaca tulisan tersebut, aku sering membaca kembali tulisan-tulisan yang pernah aku buat di masa lalu secara random. Hal yang sering terbesit dalam pikiranku adalah” Kok bisa ya bijak banget dulu, beda banget ama sekarang. Sering kaget juga membandingkan gaya tulisan yang sangat berbeda tapi pastinya beberapa tulisan sangat membantuku lebih optimis  menjalani kehidupanku. Thanks to my diary!


Kumpulan Sebagian Diariku














0 komentar:

Poskan Komentar

 

- Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos