Selasa, 22 Desember 2015

Sydney, I'm Coming! :D

Diposting oleh mirefasdiari di 17.36 4 komentar
Holiday is coming, are you ready??

Belum pernah ke luar negeri?
Belum pernah pergi jauh?
Belum pernah naik pesawat?
Dan nanti kamu mau pergi Sydney sendirian?
Memangnya berani?

Begitulah pertanyaan banyak orang, teman2, saudara, bahkan keluarga aku sendiri. Teteh yang gak berhenti2nya bilang "Aku gak tenang kalau kamu harus transit2 dimana2, masalahnya kamu khan belum pernah ke luar negeri!" "Teteh tenang kalo kamu naek pesawat yang direct ke Sydney!" Begitu juga Aa yang berulang2 kasih nasehat tentang perjalanan ke luar negeri, cara transit  dan lain2. Dan bagaimana kalau mama dan bapa? Hmm,,, mereka sih jangan ditanya lagi, kayaknya mereka sulit sekali merelakan anak bungsu perempuannya ini pergi.

Awalnya aku sih biasa aja, memang sih aku belum pernah ke luar negeri bahkan belum pernah naik pesawat sekalipun seumur hidup, tapi bukan berarti aku ga bisa khan? Toh, aku udah gede lho, udah dewasa pula,, (aamiin), kalau ada apa2 tinggal tanya khan ya? Namun, aku ga bisa bohong kalau terlalu banyak orang yang mempertanyakan hal yang sama, aku khan jadi deg deg gan juga, Aaaaa XD. 

Perjalanan ke Bandara

Okay, singkat cerita aku berangkat pada tanggal 18 December, 14.30 dari Jakarta. Banyak banget hal yang harus aku selesaikan s
ebelum keberangkatan seperti yang aku ceritakan pada posting sebelumnya. Aku sengaja berangkat jam 8, alias 6,5 jam sebelumnya "untuk menghindari kemacetan. Aku berangkat diantar Mama dan Mang Ahmad.

Selama perjalanan ke bandara, aku ga tahu perjalanan lancar atau ga, karena satu hal yang aku lakukan pada saat itu cuma ngobrol, peluk mama yang erat karena aku gak akan ketemu mama selama sebulan ke depan, dan yang pasti tidur yang pulas.

 I'm gonna miss you mom, and dad, see you next month :)

my mom

Di Bandara, Bandara Soekarno-Hatta Int, Jakarta

 my sketch, while waiting for the departure time

Pertama aku naik pesawat Garuda dengan tujuan Jakata- Denpasar. Secara keseluruhan perjalanan relatif lancar walaupun agak lama sih nunggu di boarding room. Beberapa kali bertanya untuk memastikan pesawat yang berangkat itu adalah pesawatku, secara pada saat itu ada dua pesawat dengan tujuan ke Bali. Aku bener-bener takut banget ketinggalan pesawat. Gak lucu juga khan ga jadi berangkat ke Sydney cuma gara-gara ketinggalan pesawat ke Bali, apa kata dunia nant? Eh, maksudnya apa kata Mama, Bapa, Aa, Teteh, dan A Dhonny??? Pasti mereka mikir, “Apa, kamu ketinggalan pesawat?! Konyol banget kamu, Tami!!” “ AAAAaaaaaaaaaa. No, no. no think positively, Emiria, All iz well All iz well,” aku meyakinkan diriku.



Okay setelah menunggu di boarding room, naik pesawat yang delay juga. “It was my first experience!!!!!!!! Hahahah, tapi berusaha untuk stay calm, supaya keliatan gak norak, padahal mah hati bergejolak pengennya loncat-loncat gak jelas, hihihihihi. Setelah dua jam kemudian, 18.00 WITA, nyampe juga di Bali, I Gusti Ngurahrai Internasional Airport. Yeay, Alhamdulillah, langkah pertama berjalan dengan mulus, saatnya mengabarkan keluarga dan beberapa teman, baik yang di Indo maupun  di Aussie, kalau aku udah sampai di Bali! Horeeeeeeeeeeeee!!!



Bandara I Gusti Ngurah Rai Int, Denpasar

 Terminal Internasional, Gak ada siapapun  di sana :(


Okay kesan pertama ngeliat Bandara I Gust Ngurah Rai adalah besar dan luas banget. Yeayy,,,, I’m in Bali now! Aku senang banget karena bisa menampakkan kaki di salah satu tempat yang pengen banget dikunjungi selama ini, serasa mimpi walau cuma sebentar. Semoga suatu hari nanti bisa mengunjungi tempat ini lebih lama. AAmiin

Bandaranya bener-bener modern banget, ada beberapa dekorasi baik di dalam dan di luar ruangan yang menunjukkan atribut Bali. Pengen foto-foto di sana cuma sekedar buat nunjukin kalau aku pernah ke sana, tapi aku inget pesen Aa “Sesampai di Bandara, kamu harus langsung check-in!So, aku ikutin de saran dia, kebetulan aku di sini transit selama 4 jam, jadi setelah check-in aku masih punya banyak waktu untuk melakukan berbagai hal.

Jarak dari terminal Domestik ke terminal Internasional jauuuuhhhh dan berliku-liku banget. Gedungnya masih baru banget, kepikiran pengen ambil banyak foto, not selfie one hehe, tapi sayang ribet. Dengan pedenya aku berjalan sendiri, tralalala ala-ala backpacker yang berusaha menikmati perjalanannya, tapi lama kelamaan kok makin sepi makin sepi dan gak ada  orang sama sekalii!! AaaaaXDXDXDXDXDXDXDXDXD, so aku pelanin jalanku sampai akhirnya ada beberapa orang dan sampailah akhirnya ke terminal internasional. Setelah Check-in dan ke loket imigrasi (Alhamdulillah, ternyata prosesnya gak seribet yang aku dan keluargaku bayangngkan). Selesai check-in, aku cari tempat makan, atau tempat yang enak buat nunggu lama. Aku sih niatnya pengen ke bagian domestik lagi, pengen foto-foto di Gerbang Pura Bali, tapi, jalan keluarnya ribet banget, muter-muter, banyak banget pertokoan untuk suvenir yang menujual barang-barang super branded. Seru juga sih foto-foto di pertokoan itu, tapi sayangnya udah gak nafsu saking belum tenang karena belum nyampe tempat tujuan.

Primary Lounge @Bandara I Gusti Ngurah Rai Int, Denpasar

 I'm gonna miss you mom, and dad, see you next month :)


Akhirnya aku memutuskan untuk menunggu di sebuah Primary Lounge sambil beli cemilan di sana. Rasaanyaaa boseeeennnnnnnn banget, dan salah satu cara untuk mengobati kebosananku yaitu, bersketsa. Selain bersketsa berkali-kali update status dan berkali-kali menghubungi teman-temanku, supaya gak sepi. Ini dia beberapa sketsaku:

 my sketch before. gak tau apa yang harus dilakukan, cuma ini yang bisa dikerjakan, sempet dilarang bawa alat tempur sketsa karea takut terlalu berat bawanya, tapi untungnya mengikuti kata hati. so, setidaknya ada kesibukan di saat menunggu :)


 my sketch after, and finally it finished!



Di sana, beberapa kali aku menghubungi dan dihubungi keluargaku via WhatssAp, kadang si Aa juga telepon aku buat mastiin kabar aku. Hingga pada akhirnya aku mendengar kabar yang mengejutkan, kabar yang sempet bikin aku khawatir kalau teteh udah mau melahirkan dan bahkan udah ada di rumah sakit. Aku jadi deg-deg gan gak karuan. Pertama aku bener-bener mikirin kondisi teteh, semoga proses kelahirannya berjalan lancar.  Kedua, aku kepikiran siapakah yang menjemput aku di bandara, secara a Dhonny pasti lebih pilih untuk mendampingi istrinya tercinta.  Whoaa apa yang aku bayangkan bersama temen-temen kantor bener-bener kejadian kalau teteh melahirkan di hari yang sama dengan hari keberangkatanku. Gak lama setelah aku mendengar kabar kalau teteh dibawa ke rumah sakit, Aa menelpon dan memberi kabar kalau teteh udah melahirkan pada puku 00.15 waktu Aussie. Alhamdulillah, senang dan leganya bukan main, jadi kebayang setelah sampai sana, aku bisa langsung ketemu keponakan tercinta Neo dan Ade.


@Boarding room, Bandara I Gusti Ngurah Rai Int, Denpasar

 my ticket .


Okay, waktu terus berjalan dan semakin dekat dengan keberangkatanku. Aku berangkat dari Denpasar-Sydney pukul 22.30. Aa telepon dan nyuruh aku check-in jam 22.00 aja supaya aku gak kelamaan nunggu di boarding room, yah maksudnya sih baik, tapi firasat aku berkata lain, jam 9 aku cuss ke Boarding Room. Sempet muter-muter sebentar sih sebelum ke sana, tapi uda bosen banget jadi langsung d boarding room. Dan, yap ternyata firasatku tepat, boarding roomnya jauh banget, sekitar 10 menitanlah buat sampai sana, Whoaaa. Bersyukur banget pas aku datang tepat pas udah bisa naik pesawat, jadi aku gak nunggu lama. Sesampainya di pesawat, gak harus nunggu lama karena setelah aku duduk, pesawat langsung berangkat, beda banget ma pesawat  pertama yang harus delay dulu. Aku seneng sih, tapi masih terheran-heran gitu kok cepet banget ya, padahal di jam aku khan masih jam 10, seharusnya setengah jam lagi baru berangkat. “What’s wrong with that? Dan akhirnya aku menyadari kalau ternyata waktu di Bali satu jam lebih cepat dari jamku yang masih pake waktu WIB!!!! So, intinya aku baru sadar aku sampe boarding room 15 menit sebelum keberangkatan. Pantes aja pas aku liat jam udah pukul 22`15, terus pada saat itu aku masih gak sadar lagi, aku malah pikir kalau jamnya ngaco banget, ternyata otakku yang lagi ngaco, wkwwkw.  Whoaaa dodol banget!! Pantesan aja pas lagi nunggu, waktu kerasaaa lama banget,  ternyata bedanya satu jam toh, terus aku baru ngeh pas di pesawat. Setelah sadar, gak berhenti-berhentinya aku mengucapkan rasa syukur sambil senyum-senyum sendiri menertawakan kekonyolanku. Alhamdulillah walau  tingkat kesadaran rendah pada saat itu, Tuhan bener-bener membimbingku. Apa jadinya kalau seandainya aku ketinggalan pesawat dengan alasan yang konyol, gak sadar kalau ada perbedaan waktu antara Bogor dan Denpasar, ckckckc……

Bandara Kingford Smith Int.

Okay aku skip  ceritaku, karena bakal panjang banget, yang pasti akhirnya pada pukun 07.30 aku sampai di bandara Kingford Smith International, Sydney. Sydney, I’m coming! Finally (teary ;’)) senyum senyum sendiri di pesawat. Setelah sampai dan turun dari pesawat, aku langsung ke bagian imigrasi. Bandaranya keren (pastinyalah) dan gak ribet juga petunjuk arahnya, jadi aku gak pusing harus ke mana dulu. Aku langsung ke bagian imigrasi. Di sana penuh dan ngatri banget, sering juga ketemu orang Indonesia, beberapa dari mereka tersenyum dan menyapa. Mereka sangka aku datang ke sini buat sekolah lagi (aku aminin aja dalam hati, supaya jadi kenyataan :))

Dan setelah selesai di bagian imigrasi, sampailah aku pada bagian yang paling menegangkan, yaitu bagian system pengamanan bandara. Aku jadi inget nasehat aa dan teteh yang bawel banget tentang ketatnya system pengamanan di sini. Aku deg deg gan banget tapi berusaha buat tenang, di saat petugas memeriksa barang-barang yang kita bawa. Sebelumnya di pesawat, kita sendiri mengisi formulir yag berisi tentang identitas kita, alamat selama kita menetap di Aussie, dan form check-list tentang barang-barang yang kita bawa. Ada kejadian yang konyol banget. Just keep reading, ya!

@ Immigration, Bandara Kingford Smith Int.
Sebelumnya, teteh khan nitip bantal kacang hijau yang fungsinya untuk merangsang pertumbuhan rambut bayi. Teteh bilang barang tersebut dikategorikan produk kacang. So, inilah percakapan aku dengan petugas bandara.

P1      : “Hello, morning.”
Me      : “Hello, morning.”
P1      : “So, what things that you declare?”
Me      :” Hmm, there are Nut Pillow and some other stuffs.”
P1      :” What kind of stuff is it? Can you show me?”
Me      : “Sure, I will show you, wait a minute.”

Okay, aku buka koperku, dan aku ambil d si bantal kacang hijau, untung packing ada di luar, jadi gak ribet ngeluarinnya. \

Me      : “Here, Nut Pillow.”
P1      : “What’s that? What kind of nuts is it?”

Aduh mampus aku gak tau lagi bahasa inggrisnya kacang ijo apa XD

Me      : “I don’t know, I’m not sure, may be its green nut (asal translate aja XD). I just cant explain it in English.”
P1      :” What kind of nuts it is? I never know about it, is it kind of knskxnksnk?”
Me      :” No, I’m not sure about it.”
P1      : “See, the explanation here is not with English, so you have to explain to me,    otherwise I will open it.”
Me      :” No. no. no, don’t open it, let me check it first , I’m googling now, and I will show it for you what kind of nuts it is.”

Aku buka HP, mana HP aku sengaja dimatiin, jaga-jaga kalau ada pemeriksaan X-ray, terus lama lagi buka HPnya, terus aku juga gak sadar kalau aku masih pake 3, nomor Indonesia, memang sih masih bisa dipake buat Whatssap, tapi buat googling? Oh no, what should I do?!!!! Dan akhirnya dia nanya ke temennya`

P1      :”Is it okay about this kind of stuff? There’s nut inside here but I’m not sure what kind of nut it is. And she want to show me.”
P2      : “It’s okay, its allowed.”
P1      : “So, have you done check it?”
Me      : “I’m sorry, but the connection is so low.”
P        :”All right, it’s okay, its allowed then, it just kind of brand new here, so what else that you declare.”
Me      :” Some herbal medicine (minyak telon) and shoes.”
P1      : “all right it’s allowed, that’s fine, that’s all, thank you.”
Me      : “You’re welcome.”


 Nut Pillow alias bantal kacang hijau

Ahh finally, selesai juga, memang sih bingung ngejelasinnya. Tapi tetep gak seribet yng aku duga. Setelah itu aku langsung ke pintu exit, dan nemuin tulisan WELCOME to SYDNEY. Dan di ruangan itu banyak banget orang yang menjemput kerabatnya. Aku berusaha menghubungi a Dhonny yang katanya mau jemput aku tapi gak ada kabar sama sekali, ada sih, tapi gak ada tanda-tanda posisinya di mana. Aku cari-cari mungkin a Dhonny terselip di antara kumpulan manusia ituu, tapi tetep gak adaa, hikkkkssssssss, sedih.  Yasudahlah berarti memang harus nunggu. Pas aku keluar dari gerbang tempat nunggu, tiba-tiba ada yang mengagetkanku, dan itu Neo, dan si jail A Dhonny!!! Whoaaa senengnya buukan maen. Kupeluk dan kucium Neoo. Neo juga kangen banget, berkali-kali dia peluk dan cium aku, kadang dia suka pukul aku,, mungkin itu untuk mengungkapkan rasa kangennya. I can’t wait to see my sister and my new niece.

finally after almost a year we havent meet each other, he kissed me, punched me, thats the way of how he express that he miss me so much.

 Sweet hot chocolate to star your day :).
it was nice one


I can’t wait for my Adventure in Sydney and Australia. Okay, Bismillah the journey of fortune begins


Minggu, 20 Desember 2015

Surat untuk Mama dan Bapa

Diposting oleh mirefasdiari di 10.08 2 komentar



Dear Mama dan Bapa

Selamat ulang tahun , Bapa yang ke 65 dan Mama yang ke 53. Alhamdulillah, aku bersyukur banget hari ini bisa merayakan ulang tahun Mama dan Bapa bersama-sama,rasanya momen-momen seperti ini yang akan selalu aku rindukan, berkumpul dan menikmati waktu bersama.

Saat ini aku hanya ingin mengucapkan kalau aku sayang banget ama Mama dan Bapa, Terimakasih untuk semuanya.

Sekarang usiaku sudah 24 tahun, tetapi entah kenapa sulit bagiku untuk mengungkapkan perasaan ini. Ketika aku ingin mengucapkannya, selalu terkunci di bibirku, dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku rindu sekali masa-masa dimana aku dapat mengungkapkan perasaanku dengan mudah tanpa beban.

Dear Mama tersayang,,,,

Dear Mama, di surat ini aku hanya ingin mengucapkan terimakasih, terimakasih karena telah melahirkanku ke dunia. Aku lahir pada hari Sabtu Legi, tanggal 22 Juni 1991 pukul 15:15 (begitulah catatan yang pernah aku baca dari diary enin), dan kebetulan pada saat itu bertepatan dengan Perayaan Idul Adha. Aku memang tidak dapat mengingatnya, tapi dari berbagai sumber yang aku ketahui, termaksud dari cerita mama, aku tau kalau proses kelahiranku tidaklah mudah, penuh perjuangan. Beberapa kali mama tidak sadarkan diri, selain itu ketika lahir aku tidak ada respon, entahlah ceritanya seperti apa yang pasti leherku terbelit tali pusar. Alhamdulillah, Tuhan masih menyelamatkanku sehingga aku dapat lahir dengan kondisi yang sempurna. Beberapa kejadian yang aku ketahui jika itu tidak ditangani secara tepat akan menimbulkan kecacatan bahkan kematian. Tetapi Tuhan selalu melindungiku itu semua berkat perjuangan mama dan doa-doa yang menyertaiku. Semenjak kelahiranku mama jadi mengidap darah tinggi dan jantung, selalin itu bentuk badan mama yang tidak dapat kembali seperti semula. Maafkan aku ya, Ma.

Dear Mama, terimakasih telah membesarkan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Mama rela berkorban, mengesampingkan kepentingan pribadi, memanjakan aku, mencukupi semua kebutuhanku, tapi aku sering mengeluh bahkan  marah sama Mama. Aku bersyukur memiliki masa kecil yang bahagia begitu pula masa remajaku, mungkin banyak perubahan yang tidak seperti masa kecilku, tetapi aku bersyukur karena apapun yang terjadi aku merasa beruntung dengan nasibku yang berjalan dengan baik.

Semakin aku dewasa, aku semakin sadar bahwa hidup itu tidak semudah yang aku bayangkan sebelumnya, penuh dengan perjuangan, aku ingat masa kecilku yang hanya bisa meminta-minta, dan marah kalau semua keinginanku tidak terkabul tanpa memikirkan jika terdapat proses untuk mencapai sesuatu. Dan semenjak itu aku sadar betapa hebatnya mamaku ini.

Dear Mama, aku tahu mama adalah sosok yang kuat, mama rela berkorban demi kebahagiaanya, berkali-kali mama sering bilang “Hidup mama itu untuk anak, mama gak bisa bahagia kalau belum melihat anak bahagia, mama akan melakukan apapun demi kebahagiaan kalian.” Mama adalah sosok yang hebat, betapa besar masalah yang mama hadapi, mama selalu berusaha untuk tegar dan mandiri, berusaha tidak mau terlihat kalau mama memang punya masalah.

Dear Mama, tak jarang juga aku sering melihat mama menangis ketika sedang berdoa sambil menyebutkan nama kami semua satu per satu. Tak jarang juga melihat mama terbangun malam-malam hanya untuk medoakan kami semua.

Dear Mama. Aku bersyukur sekali memiliki mama yang sangat hebat. Aku berharap jika suatu hari nanti aku menjadi ibu, aku bisa menjadi ibu seperti mama yang dengan tulus dan sabar menyayangi anaknya. Aku berusaha untuk menjadi anak yang lebih dewasa dan mandiri lagi, sehingga aku bisa banyak membantu mama dan membahagiakan mama.

Aku sayang Mama
Terimakasih, Ma.

Dear Bapak tersayang,,,,

Dear Bapak, makasih ya telah merawatku dari kecil, aku sayang dan bangga banget sama Bapa. Bapa adalah sosok pekerja keras, dan Bapak akan melakukan apapun agar bisa mncukupi kebutuhan anaknya di jalan yang baik. Aku selalu ingat kata Bapak,

“Carilah rezeki yang diberkahi, agar hidupmu diberkahi, jadilah orang yang baik, karena Tuhan akan membalas kebaikanmu, jika kau tidak merasakannya sekarang, kebaikan tersebut tidak akan pernah sia-sia, karena kebaikan tersebut akan turun kepada keturunanmu, anakmu dan cucumu kelak.”

Prinsip tersebutlah yang selalu aku ingat  dari bapak.

Dear Bapak, banyak prinsip kehidupan yang bisa aku pelajari dari bapak, karena bapak adalah orang yang suka belajar banyak hal, politik, sejarah, manajemen, psikologi, tanaman, dan hal-hal yang bersifat spiritual sekalipun. Aku banyak belajar dari bapak. Aku juga bangga karena aku adalah satu-satunya anak yang memperoleh bakat seni darimu. Aku percaya kau adalah seorang pelukis, meskipun aku tidak pernah melihatmu melukis secara langsung di kanvas, bahkan di buku sketsa. Aku bersyukur sekali, karena aku suka melukis dan melukis adalah bagian penting bagi hidupku.

Dear Bapak, hmm,, memang sih terkadang aku suka kesel kalau aku harus dibandingkan dengan kedua kakakku yang jelas- jelas mereka berbeda denganku. Aku tahu bapak melakukan itu demi kebaikanku, untuk memberikan motivasi agar aku bisa lebih maju dan semangat lagi.

Dear Bapak, hmm,,, aku sedih, aku jarang berkomunikasi dengan Bapa semenjak pensiun, entah tembok apa yang menghalangi kita, ingin rasanya aku mengembalikan waktu ketika aku masih kecil di mana aku sering bercanda denganmu. Rasanya saat tersebut adalah saat yang berharga untukku. Aku selalu ingin menjadi orang yang dekat denganmu di saat bapak membutuhkanku, aku ingin mengetahui apa yang Bapa rasakan, aku ingin selalu bisa berbicara dan berkomunikasi denganmu, tetapi mulut ini terdiam 1000 bahasa ketika aku bersamamu, dan aku tidak tahu apa yang harus ku katakan. Maafkan aku, kalau aku belum bisa menjadi anak yang berbakti.

Dear Bapak, sekarang aku sudah cukup dewasa untuk memutuskan pilihanku sendiri, terima kasih untuk bimbinganmu selama ini, aku sangat bersyukur. Aku berharap Bapak selalu mendukung dan meridhai keputusanku. Aku sangat membutuhkanmu, sampai kapanpun aku akan selalu membutuhkanmu membutuhkan dukungan, nasehat, bimbingan, serta doamu.

Dear Bapak, terimakasih banyak atas segalanya, aku berharap ke depannya kita lebih banyak berkomunikasi lagi. Aku akan selalu merindukan kebersamaan saat dimana aku selalu bercerita, bercanda, dan tawa bersamu. Aku berharap waktu akan mengembalikan saat-saat indah itu kembali. Aku sayang Bapa.
Terimakasih, Bapa.




Dear Mama dan Bapa tersayang,,,

Semakin aku dewasa, aku pikir aku akan kuat hidup tanpa mama dan bapa, berusaha untuk menjadi anak yang lebih mandiri lagi, tetapi pada kenyataannya aku  selalu membutuhkan mama dan bapa dalam kehidupanku, mama dan bapalah orang yang pertama yang rasanya ingin aku peluk setiap aku menghadapi masalah, aku selalu membutuhkan nasehat mama dan bapa, dan sampai kapanpun mama dan bapak tak pernah tegantikan.

Aku tau aku belum bisa membalas kebaikan kalian, semoga aku bisa membuktikan kalau aku adalah anak yang baik untuk kalian

Terimakasih, Ma, Pa….
Terimakasih akan kebaikanmu, doa Mama dan Bapa akan selalu menyertaiku kemana pun kaki ini melangkah. Aku berharap aku bisa membahagiakan kalian  selalu.

Ya Tuhan, titipkanlah Mama dan Bapa untukku, jagalah mereka di saat aku tidak berada di sampingnya, berikanlah mereka kebahagiaan. Aamiin.



Sabtu, 19 Desember 2015

Missions Completed

Diposting oleh mirefasdiari di 21.39 0 komentar
Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan sebelum aku berangkat ke Sydney. Hal ini harus aku kerjakan supaya bisa liburan dengan tenang J



1.  Packing. Pasti! Gimana bisa berangkat ke Sydney kalau ga bawa apa2. Setelah menunda beberapa minggu dan hari, akhirnya aku memberanikan diri untuk packing. Maklum, aku tuh jarang banget nginep di mana-mana, jadi kalau harus packing, suka bingung sendiri, apa aja yang harus aku persiapin dan Alhamdulillah, sedikit- demi sedikit, packing list bisa dituntaskan.




2.  Bungkus Kado. Banyak banget teman dan keluarga yang ulang tahun di bulan Desember, mama dan bapa, belum lagi ada acara Secret Santa (atau tukar kado di sekolah), dan  belum beberapa hutang lukisan yang belum sempet aku kasihin ke pemiliknya. Ternyata pas udah dikumpulin. Kadonya udah numpuk banget, serasa kayak Santa Clause aja, hihi.



3.    Buka time capsules, setelah berbulan- bulan dianggurin, akhirnya kubuka aja time capsules tersebut dan isinya berhasil bikin aku ketawa ngakak, akan kehidupanku yang penuh dengan kekonyolan. 

HBD, Mama dan Bapa!!





4.  Merayakan ulang tahun Bapa dan Mama. Kebetulan ngerayainnya h-3 sebelum keberangkatan, so rasanya sedih banget  bisa berpisah  ama ninin dan kiki, dua  orang yang paling kusayangi selama sebulan lamanya.

5.   Bikin surat buat ninin dan kiki. Hmmm yang buat kiki masih belum selesai, tapi pasti aku selesain sekarang juga.


6.    Ketemu sahabat.


a.    Ori dan Nai. Long time no see with them, dan kebetulan banget mereka berdua ulang tahun, Ori ulang tahun pas tanggal 17 Oktober dan Nai ulang tahun 23 November, dan kita berdua ketemu pas tanggal 6 Desember. Seruu banget, kita makan-makan, curhat tentang masa depan, soal move on sama cowo, hihi, move on teruuss, sampai dapet yang terbaik untuk kita #eh, jadi curhat. XD XD, pokoknya I’m so happy to meet you all, girl.


b.   Nadine dia baru pulang dari Oxford. Seneng banget d bisa ketemu dia sebelum berangkat, kapan lagi, bisa ketemu dia, bener-bener  tepat banget waktunya. Kangen banget ma dia. Kita cerita banyak hal yang telah terjadi semenjak terakhir kita ketemu, tepatnya dua tahun yang lalu , yaitu tahun 2013. Dia cerita tentang pengalaman dia di Oxford dan beberapa rencana dia ke depan, dan aku juga cerita tentang banyak hal yang terjadi, ketawa bareng kalo inget banyak banget cerita-cerita konyol kita berdua dulu. Nice too meet you, Nadine, semoga bisa berkunjung ke Oxford, ke tempat syutingnya Harry Potter.

MY WORK








7.    All about work stuffs, ada exhibition, yang Alhamdulillah berjalan dengan sukses dan mendapat respon yang positif dari beberapa pengunjung. Nyelesain beberapa laporan,  akhirnya walaupun kondisi kesehatan yang lagi gak banget menjelang keberangkatan, tapi bisa nyelesain pekerjaan dengan baik. Alhamdulillah banget. See you, girl after holiday.

8.  Kirim beberapa kado yang belum sempat dikirimkan ke penerimanya. Beberapa temen aku ada yang nikah, tapi aku gak sempet datang karena beberapa alasan, tapi ayang TIKI or JNEnya tutup, jadi minta tolong kaka deh buat mengirimkan paketnya.

ART PROJECT







9.   Selesain semua art project. Banyaaaakk banget art project yang harus diselesain. Dua pesenan lukisan, gambar sketsa salah satu temen kantor  yang tiba-tiba resign, dan yang paling penting adalah lukisan mural Merbabu yang telah berbulan-bulan dan berminggu-minggu dianggurin. 

i'm gonna miss you, Bu Nana


     Awalnya sempet mau menyerah dan mengikhlaskan menyelesaikan lukisan tersebut tahun depan, berhubung banyak banget kerjaan yang harus diselesain sebelum berangkat dan itu semua bikin aku kurang tidur. Tapi sayang banget kalo harus menyerah gitu aja, karena selama tahun 2015, aku belum pernah ngelukis di kanvas ukuran besar, so, it will be the first and the last of the year. Dan bismillah,  di detik-detik terakhir  hari yang sama dengan keberangkatanku ke Sydney, aku berhasil selesain lukisan tersebut. Rasanya senengnya bukan main de, ga nyangka bisa selesain itu dalam waktu yang mepet dan super singkat, aku gambar jam3 pagi sedangkan jam 8 pagi aku udah harus berangkat ke bandara dan pada akhirnya aku bisa nyelesainnya dalam jangka waktu 3 jam. Memang sih hasilnya kurang detail, terutama shadingnya, jadi ga terlalu keliatan 3D, tapi aku bersyukur banget bisa selesain lukisan itu, di saat udah gak ada harapan dan kesempatan, Alhamdulillah. Hmm,, sebenernya ada pesan khusus yang ingin kusampaikan dari lukisan Merbabu tersebut, tapi aku akan menceritakannya di posting selanjutnya. Keep reading my blog ya.

MERBABU

Okay, MISSION COMPLETED before holiday, so aku bisa menikmti holiday dengan  tenang dan bahagia… Aamiin

Selasa, 01 Desember 2015

My Goals for Holiday

Diposting oleh mirefasdiari di 12.53 1 komentar
Okay, before I prepare for some packing list, I want to share some purpose of my next holiday. Actually I will have holiday in 18 December to 15 January 2016. So, it will be almost a month trip and I need to prepare it perfectly, so it will be a great opportunity for me to achieve some certain goals! Sometimes I’m wondering, wish this trip will give me a miracle to change my life in a good way. Aamiin. Okay, there are some goals that I want to share with you:

  1. Meet my family, teteh, a Dhonny, Neo, and of course my new niece, Ade J. I miss them so much.
  2. Help my sister to take care the new baby, and also Neo.
  3. Campus Visit and find information about master degree program and the schoolarship: Western University of Sydney and La Trobe University. It’s one part of effort to give good experience and to visualize and sensualize my next goal.
  4. Visit some art therapy course and foundation in Sydney, to figure it out what’s art therapy is all about and how’s art therapist work.So I can figure it out my future career.
  5. Write my first book. 360 daily quotation.
  6. Meet my old friends: Charlie, Luke, and Michelle.
  7. Sketch Run at least 10 pictures, or painting.
  8. Go around Sydney, Melbourne (if I have a chance), and Woogoolga. Some place that I want to visit: Opera house, Harbour bridge climb, Sydney Harbour, Bandi beach, Blue mountain, Tulip Garden in Melbourne.
  9. Opportunity to have better job, while waiting for the scholarship, master degree program.
  10. The bonus that I’ve told you before in previous post


Okay, I hope God gives me the way to achieve it J
 Let me be a dream maker J


Another make-up Tutorial

Diposting oleh mirefasdiari di 12.27 0 komentar

Actually, I had not have a plan to do another make-up tutorial before as I did it because I need to express my mind, but I thought to myself it will be a great idea if I do another make-up tutorial in different style, so on Sunday I tried it and I really-really love the result, I love the power of make-up, it's totally make over!! Yups. . And this is the result, I hope you enjoy it! :D

 classic style 





 It's totally makes me look different!



 My Expression :D



Let's Take Action, girl

Diposting oleh mirefasdiari di 12.11 0 komentar
Hello
Udah dua hari di minggu pertama bulan Desember. Rasanya gak bias tenang kalau belum melakukan sesuatu yang berhubungan dengan target. Belum belajar IELTS, belum juga daftar ke Universitas yang dituju, at least, sekedar buat account dan mulai print formulir pendaftaran.hufft, belum siapin checklist, report di sekolah belum selesai XDXDXD pusing banget.

Gak ta kenapa susah banget buat “Take action”… XDXDXD
Semoga hari ini jauh lebih baik, banyak hal yang bermanfaat yang bisa diselesaikan hari ini. Aamiin.

Things to do
  1. Selesain tugas dari buku Quantum Life Transformation
  2. Daftar atau log in ke universitas
  3. Belajar IELTS minimal 2-3 minggu sekali, sejam tiap harinya
  4. Selesain pesanan gambar
  5. Mulai packing 


Semoga bisa terselesaikan semua tugas dan hal-hal yang harus diselesaikan dengan udah. Semoga Tuan selalu ada bersamaku untuk meyakinkanku dan membantuku. Aamiin


Ps: feeling better after I write all my worries here J, next post: Review buku Quantum Life Transformation and Make up Tutorial, two different way of make-up. Semoga follower blogku bisa bertambah menjadi 1000. Aamiin :D
 

- Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos